“Amanda, aku bisa jelaskan semuanya, ini nggak seperti yang kamu kira..”

terlihat seorang gadis manis yang berjalan cepat diikuti oleh seorang laki-laki yang mencoba merebut perhatiannya. Kemudian gadis itu berbalik kepadanya.

“jelaskan apa? jelaskan ini!”

PLAKKK!!

tamparan keras gadis itu mendarat empuk dimuka laki-laki yang dari tadi mencoba mengejarnya – yang kini hanya bisa terdiam. gadis itu pun menghambur pergi.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Pak, katanya ada surat untuk saya ya?”

tanya Amanda pada petugas TU.

“mbak Amanda ya? ada mbak, baru datang tadi pagi.”

Amanda segera membuka amplop elegant berukuran A4 setebal kurang lebih satu sentimeter yang dilekati dengan perangko dan cap pos internasional.

“Alhamdulillah, permohonan beasiswaku diterima, reza harus tahu.”

dengan sigap Amanda meraih HP di saku belakang celana jeansnya, menekan tombol 7 – speed dial untuk reza, kekasih hatinya – sambil berjalan ke arah Plasa, berharap ia akan mendapati reza di sana.

Amanda benar, Reza memang di sana. Namun ia tidak sendirian, tidak pula dengan teman-temannya, tapi ia sedang berdua bersama indri – sahabatnya dari SMA. Amanda terhenyak melihat mereka berdua berpelukan.

“halo sayang, ada apa?”

Reza melepaskan pelukannya dan menjawab telpon Amanda, sampai ia sadar bahwa Amanda sedang terpaku memperhatikan mereka.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

CCIIIITTTT….

bunyi ban mobil berdecit menandakan dengan jelas bahwa pengemudinya berhenti dengan sangat tiba-tiba, tepat sebelum bumper mengenai bagian tubuh laki-laki itu.

“berhenti dulu manda, tolong, dengerin penjelasanku dulu..”
“minggir! jangan kira aku nggak brani nabrak kamu, MINGGIR!”

BRUUMMM…. BRUUMMMMM……

Honda Jazz merah itu pun tertular amukan pengemudinya, pemuda itu tidak ciut nyali, namun ia memberi jalan, menyadari bahwa gadis ini tidak bisa ditahan dengan cara ini. ia hanya bisa melihat mobil itu melenggang pergi meninggalkannya.

di kejauhan terlihat seorang gadis yang memperhatikan apa yang baru saja terjadi pada pemuda itu. pipinya berkilau, memperlihatkan jejak tetesan air mata dari sepasang mata cantik yang tak kunjung melepaskan pandangan dari laki-laki malang yang hanya bisa terdiam terpecundangi itu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Ada apa ndri? aku langsung ke sini begitu kamu telpon tadi.”

Indri tersenyum pada Reza, senyuman yang tak cukup untuk menutupi kegalauan pikirannya.

“kamu nggak apa-apa kan? ada apa ndri?”
“aku putus za, aku baru putus dari andre..”

Indri tak kuasa menahan air matanya. Reza pun memberikan bahunya untuk Indri.

“reaksi dia gimana?”
“dia si nggak trima, tapi mau gimana lagi..”

tiba-tiba HP Reza berbunyi, ternyata dari Amanda.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

di sebuah rumah di pinggiran Surabaya, rumah kecil namun cukup memperlihatkan bahwa pemiliknya bukan orang miskin. Pada pagi mendung itu sepasang muda-mudi bercakap-cakap di dalamnya.

“aku minta putus ndre, sudah cukup buat aku, aku nggak kuat lagi..”
“setelah sekian tahun kita jadian, kamu minta putus? salahku apa sayang?”
“kamu nggak salah, malahan aku yang salah.”

pandangan Andre beralih dari gelayut awan ke mata Indri. Dalam, namun Indri tak tahu itu, ia hanya bisa tertunduk.

“Aku.. Aku ada orang lain ndre.. “
“dan aku sayang dia, jauh melebihi sayangku ke kamu.”
“maaf ndre..”

Andre hanya bisa terdiam.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Mobil itu telah hilang dari pandangan, namun ia tak kunjung beranjak dari tempatnya. ia tak memperhatikan keberadaan sesosok gadis dibelakangnya. gadis yang sejak tadi menjadi saksi akan apa yang baru saja terjadi padanya.

“sudah za, kamu kan masih punya aku..”

kemudian ia pun membalas pelukan gadis itu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Amanda memacu mobilnya, kesal. Ia pun meraih HPnya di tempat duduk seberang, menekan speed dial 1.

“Halo sayang, ada apa?”
“Ndre, aku butuh kamu, kamu dirumah kan? aku ke sana sekarang!”
“Okay honey, langsung masuk aja, kamu masih punya kunci rumahku kan?”

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

15 Komentar

  1. ampir sama kaya’ cerita pendek pas puasa kemaren di radio prambors… cuman ada perbedaan dikit…

  2. aku kan nggak pernah dengerin radio kep :p

  3. ealah cerita ne. xtra complicated deh ini …
    saling selingkuh menyelingkuhi …
    kaya budaya metropolitan aja …
    tobat-tobat (soto babat) :D

  4. mas, jangan cinta2an mlulu. mending mikir

    TA…

    y kn?

  5. wis mbuh lah mas, komen opo.
    ko yo koyo “Gombal, cuiiiiihhh”, tapi ini lebih mbulet :p

  6. mbulet ae… cinta segiempat tak beraturan yo?

  7. :D

    kayanya uda pernah liat di tipi deh crita yg ky gini…

    punya bakat ginian juga kmu mas. :) )

  8. @hud2: ya kan hidup harus seimbang, nggak cuma berat sebelah dan..

    @lele: ehm, gombal apa ‘gombal’ :D

    @licha: aku kan nggak pernah nonton tipi, nggak pernah dengerin radio, sehari-hari cuma baca jawapos sama digg.com :p

  9. ehm.. mungkin kisah cinta yang kompleks cuman ada di TV dan novel..
    karena pada kenyataannya, cinta itu lebih kompleks.. hehehe..

  10. iya kayaknya aq penah denger .. (tidak ada perubahan ternyata)

  11. press release for everyone:
    ya, whatever-lah, mo bilang plagiat ya terserah, yang jelas karya di atas murni bikinanku, buktinya ada. klo emang pernah ada yang mirip ya itu bukan hal yang nggak mungkin, hanya saja aku (sampai detik ini) belum pernah dapetin karya yang mirip, atau bahkan sama.
    cara penuturan terilhami 3 film dengan karakteristik alur meloncat-loncat : wicker park, about adam, dan lucky number slevin.
    klo emang kebetulan mirip ya, mo gimana lagi.. orang kita juga mirip satu sama lain..
    mengutip quote-nya ucup: “sebenernya bukan masalah orisinalitas ide, tapi siapa yang kluar duluan”
    silahkan ditanggapi dengan caranya sendiri2.

  12. sinetron banget ya… hhehe..

  13. udah, langsung bikin short filmnya aja..
    budhal, kan udah ada aktor ‘tiiiitt’ terdahsyat tuh.. :) )

  14. tak dukung deh, pimits ma i-pod dah nunggu tuh

  15. iPod? kayanya kita bakal bikin pilem yang agak seger deh, lucu2 gtu..
    klo yang aneh2 kaya gini susah garapnya :p
    ato, ada saran?


One Trackback/Pingback

  1. Oleh The Blowers Daughter - Damien Rice « stand up!!! pada 05 Agu 2007 jam 3:06 pm

    [...] itu lo, yang pemainnya ada julia roberts, jude law, natalie portman, sama clive owen. yang critanya saling-selingkuh antara mereka [...]

Tulis sebuah Komentar

*
*